maidaniipancakedurian.com distributor resmi pancake durian oleh-oleh khas medan

Teori insentif (insentive theory).
Asumsi dasar dari teori ini adalah, bahwa perilaku organisme (manusia) itu disebabkan oleh karena adanya insentif. Insentif ini akan mendorong orang itu berbuat atau berperilaku tertentu. Insentif dalam kontek teri ini disebit juga dengan istilah reinforcement. Ada reinforcemnt positif ada juga reinforcement negatif. Reinforcement positif adalah faktor penguat atau peneguh yang terkait denga pemberian hadiah sedangkan reinforcement negatif berkaitan dengan pemberian hukuman. Reinforecemen positif akan mendorong seseorang untuk berbuat, sedangkan reinforcement negatif akan menghambat organisme berperilaku. Ini berarti bahwa perilaku timbul karena adanya insentif atau reinforcement. Perilaku semacm ini akan dikupas secara meluas dan mendalam dalam psikologi belajar.
4. Teori Atriibusi
Proses atribusi telah menarik perhatian para pakar psikologi sejak lama dan telah menjadi obyek penelitian yang cukup intensif dalam beberapa dekade terakhir. Cikal bakan atau pelopor teori atribusi berkembang dari tulisan Fritz Heider (1958) yang berudul “Psychology of Interpersonal Relations”. Dua teori yang paling menojol dari segi konsep dan penelitian dan akan kita beri penjelasan khusus pada bab-bab berikut pada buku ini adalah : Teori inferensi terkait (Correspondance Inference Theory) dari Jones and Davies ko-variasi dari Harold Kelly (Kelly’s covariation theory)
Teori ini menjelaskan tentang sebab-sebab perilaku orang.

maidaniipancakedurian.com distributor resmi pancake durian oleh-oleh khas medan

Apakah seseorang itu berperilaku karena disebabkan oleh disposisi internal (misalnya motif, sikap dsb) ataukah oleh keadaan ekternal. Bila seseorang menyimbulkan bahwa perbuatan seseorang karena disebabkan oleh tekanan luar maka seseorang tersebut telah melakukan atribusi ekternal terhadap orang lain yang dianalisanya, sebaliknya jika seseorang berkesimpulan bahwa penyebab suatu tindakan karena disebabkan oleh hal-hal internal maka seseorang tadi telah melakukan atribusi internal terhadap orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s